Sabtu, 30 Juni 2012

Film Indi "SURYANING ATI"

Preparing buat shooting besok. Semangat guys!!!!!
Moga lancar, siapa tahu bisa jadi artis dadakan, nggak cuma ngejar nilai doang.
"SURYANING ATI", sebuah film indi yang akan dibuat kelompok pertama kelas IV A Program Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, UM Purworejo. Mengambil konsep Jawa-Bali dipadukan dengan sedikit unsur modern. 



peneletian kebudayaanku

UPACARA TRADISI RUWATAN CUKUR RAMBUT GEMBEL

A.    Sejarah Ruwatan Cukur Rambut Gembel

Sejarah beridirinya kota Wonosobo tidak terlepas dari nama-nama ketiga tokoh pendirinya yaitu Kyai Walik, Kyai Karim, dan Kyai Kolodete. Masing-masing memiliki peran yang cukup signifikan. Kyai Walik adalah perancang pembuka hutan sebagai tempat kediaman dan sekaligus perancang tata desa yang diatur sebagaimana sekarang ini menjadi kota yang asri. Sedangkan Kyai Karim adalah orang yang disegani, cerdas dan berkarisma tinggi,

metodologi penelitian


PEMBELAJARAN MEMBACA AKSARA JAWA
MENGGUNAKAN MEDIA KOMIK BERAKSARA JAWA
SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA
AKSARA JAWA PADA SISWA KELAS VIII B
SMP NEGERI 3 WONOSOBO TAHUN PELAJARAN 2011/2012

Disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas individu dalam mata kuliah
Metodologi Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa
Dosen Pembimbing: Aris Hidayat, S. Pd



Oleh

ANIS CAHYANI
NIM 102160563

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOREJO 
2012

boikot logo CROCS


Waspada, Ada lafadz Allah di sepatu CROCS


Jakarta - Voa-islam.com
Bagi anda pecinta sendal dan sepatu merek Crocs, kayaknya perlu berpikir dua kali jika ingin mengkoleksinya, kalo diperhatikan logo Crocs yang dibalik itu sangat mirip lafadz Allah lho.
Seperti yang kami temui di social media dan ramai diberitakan di Kaskus pekan terakhir Desember 2010 lalu, ternyata gosip logo Crocs yang dibalik akan menyerupai Lafadz Allah memang benar adanya. Tim Voa-Islam secara sporadis bergerilya di media online, forum dan social media akhirnya menemukan logo yang dimaksud.

geguritan


BAYU

Liwat mlebu metune napasku
Ning kono rinasa uripku
Swara sumiyute sang bayu
Takrasake pigunamu, segermu
Taksuwun singkirana dukaku

Bayu.…Apa kowe isih ana tresna mring bawana?
Aku kuwatir lan curiga
Aja-aja kabeh wus sirna
Amarga katilem mring gebyaring bandha donya

Heh sang bayu
Wurukana aku
Bisa gawe rasa senenge manungsa
Aweh rasa silir wong kang lagya sumuk
Rasa adhem kang kepanasen
Rasa lega wong kang lagi gela

Jumat, 29 Juni 2012

feltcraft

kue tanda sayang untuk keluarga, sahabat, pacar, teman-teman
Berminat hubungi saya, kunjungi http://namakuaniscahyani.blogspot.com atau follow twitter https://twitter.com/Aniz_Chayanee dan facebook http://www.facebook.com/anizchayanee.ii
harga terjangkau gan!!!!!!!

Hang Out nggak perlu jauh-jauh


Tanggal 18 Juni 2012 kemarin, Universitas Muhammadiyah Purworejo menyelenggarakan Ujian Akhir Semester, khususnya bagi program Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, termasuk saya dan teman-teman dari beberapa prodi lainnya. UAS yang dilaksanakan selama 8 (delapan) hari itu membuat kebanyakan mahasiswa menjadi stres. Bagaimana tidak? Dalam sehari saja bahkan sampai ada 4 tugas yang harus dikumpulkan. Bayangkan????
Rawwwwrrrrrr!!!!!!

Penelitian Kebudayaanku



Bagi anda yang bertempat tinggal di Kabupaten Wonosobo, pasti sudah tidak asing lagi dengan Desa Sendangsari. Desa Sendangsari terletak di kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Propinsi Jawa Tengah. Terdiri dari empat dusun, yaitu Dusun Sendangsari, Dusun Kali Kuning, Dusun Gondang, dan Dusun Penampelan. Yah, Desa Wisata ini memang  memiliki potensi yang sangat kaya. Potensi tersebut terdiri dari potensi budaya, potensi alam, dan sumber daya manusia. Terdapat kurang lebih 19 kelompok kesenian di Desa Sendangsari. Mulai dari yang paling tradisional sampai yang paling modern. Kesenian-kesenian tersebut antara lain kesenian Tari Lengger atau Tari Topeng, Kuda Kepang, Rodat, Kesenian Rebana, Kesenian Liong, Karawitan, Pop Dangdut, dan masih banyak lagi. Kesenian-kesenian tersebut masih melekat dalam kehidupan masyarakat Desa Sendangsari.

cerkak kula


MBURU UCENG, KELANGAN DHELEG
Dening: Anis Cahyani

Esuk uthuk-uthuk Karno wus tangi. Adzan Subuh kumandang pratandha kudu nindakake kuwajiban. Sawise reresik awak ana ing kulah, banjur age-age nindakake shalat Subuh. Sanajan hawaning isuk kuwi adhem banget pating trecep krasa ning balung lan awak rasane kaku ananging salat lan dzikir marang Gusti ditindakake Karno kanthi tumemen. Sawise nindakake salat, age-age Karno nyruput teh anget kang wis dicawisake ana ing ndhuwur meja. Karo ngenteni kahanan dadi padhang, buntelan plastik isi mbako, cengkeh lan menyan diracik, dilinting banjur disulet, kemebul kukuse ngebaki pawon. Rasane kemepyar, awak dadi seger lan mripat ora ngantuk maneh.